Minggu, 07 Agustus 2011

SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDRA MANUSIA

Sistem koordinasi terdiri atas system syaraf dan system hormone. Interaksi
keduanya melibatkan system indra.
Sistem syaraf
Sistem syaraf merupakan system kontrol yang mempunyai fungsi sebagai penerima dan
penghantar rangsang keseluruh bagian tubuh, serta memberikan tanggapan terhadap
rangsangan tersebut.
Sel syaraf yang menerima rangsang (impuls) disebut reseptor, sedangkan sel syaraf
yang menerima hasil tanggapan dari otak disebut efektor.
Jika dilihat dari letaknya dalam tubuh reseptor dibedakan atas eksteroreceptor
yang menerima rangsang dari luar dan interoreseptor yang menerima rangsang dari
dalam tubuh. Interoreseptor lebih dikenal dengan nama kinestesis (indra ke enam).
Struktur sel syaraf (neuron)

Sel neuron terdiri atas tiga struktur dasar yaitu:
1. Badan sel
Berwarna kelabu mengandung nucleus, nucleolus, reticulum endoplasma, sitoplasma
(neuroplasma) dan selaput plasma. Retikulum endoplasma terkadang berkumpul disebut
badan nissl. Badan sel berfungsi meneruskan impuls ke akson
2. Dendrit
Berupa tonjolan selaput plasma dari badan sel, atau percabangan dari badan sel.
Dendrit berfungsi menerima impuls yang datang dari ujung akson lain dan
meneruskannya ke badan sel
3. Akson
Berbentuk serabut panjang yang berfungsi menerima impuls dari badann sel syaraf
dan meneruskannya ke sel syaraf lain
Struktur tambahan pada neuron terdiri dari
4. Selubung myelin
Merupakan pembungkus akson yang terbentuk dari fosfolipid. Berfungsi melindungi
akson, memberi makan akson, dan sebagai isolator
5. Nodus ranvier,
Merupakan bagian dari akson yang tidak terbungkus selubung myelin dan berfungsi
sebagai mempercepat penghantaran impuls.
6. Sel schwann’s
Termasuk kelompok sel neuroglia, berfungsi membentuk selubung myelin.
Jenis sel syaraf (neuron)
Berdasarkan fungsinya, sel syaraf dibedakan atas:
1. Sel syaraf sensorik
Sel saraf yang berfungsi menghantarkan impuls atau membawa rangsang dari reseptor
(alat indra) ke system syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang)
Dendritnya berhubungan dengan reseptor dan neuritnya berhubungan dengan dendtrit
neuron lain.
2. Sel syaraf motorik
Sel syaraf yang berfungsi menghantarkan tanggapan (rangsang motorik) dari system
syaraf pusat ke efektor
Dendritnya berhubungan dengan neuron lain, sedangkan aksonnya berhubungan dengan
efektor (alat indra)
3. Sel syaraf konektor
Sel syaraf yang menghubungkan antara sel syaraf sensorik dengan sel syaraf motorik
di dalam system syaraf pusat.
Berdasarkan bentuknya, sel syaraf dibedakan atas:
1. Neuron multipolar
Neuron yang memiliki banyak dendrite dan satu neuron. Neuron jenis ini biasanya
menyusun neuron motorik
2. Neuron bipolar
Neuron yang memiliki satu dendrit dan satu akson. Neuron ini hanya ditemukan di
syaraf darah telinga dan mata. Neuron ini termasuk jenis neuron interneuron
(konektor)
3. Neuron unipolar
Neuron yang memiliki badan sel terletak dibagian tengah dari akson. Ujung akson
yang satu berhubungan dengan system syaraf pusat, sedangkan akson yang lain
ujungnya berupa dendrite yang berhubungan dengan efektor.
Neuron ini merupakan jenis neuron sensorik.
Mekanisme penghantaran rangsang (Impuls)
a. Penghantaran rangsang melalui akson
Rangsang merupakan pergerakan suatu potensial kerja (sinyal) disepanjang akson sel
syaraf. Rangsang yang bergerak disepanjang akson dapat dikatakan “aliran listrik”
yang merambat dengan kecepatan 100 m per detik.
Jika sel syaraf dalam keadaan istirahat, bagian luar membrane akson bermuatan
positip, dan bagian dalam membrane bermuatan negative. Keadaan tersebut disebut
polarisasi. Pada proses ini Na+ berada di luar dan K+ berada di bagian dalam
membran
Jika ada impuls atau rangsang yang masuk, mengakibatkan pembalikan muatan listrik
untuk sementara, muatan listrik bagian luar membrane berubah menjadi negative, dan
bagian dalam membrane berubah menjadi positif. Keadaan tersebut disebut
depolarisasi. Pada proses ini ion K+ pindah keluar membrane dan ion Na+ pindah ke
dalam membran.
Penghantaran impuls pada akson yang memiliki selubung mielein tidak dapat terjadi,
tapi dengan adanya nodus ranvier, terjadi lompatan impul, sehingga proses
penghantaran impuls menjadi lebih cepat, seperti terlihat pada gambar dibawah ini!
b. Penghantaran rangsang melalui sinapsis
Sinapsis adalah titik temu antara ujung akson sel saraf satu dengan badan sel atau
dendrite sel sayaf berikutnya.
Sel syaraf tempat asal impuls disebut neuron prasinapsis, sedangkan sel syaraf
tempat lompatan impuls disebut neuron pascasinapsis. Ujung akson dari syaraf
presinapsis membentuk bonggol yang disebut bonggol sinapsis. Dalam bonggol
sinapsis terdapat mitokondria dan struktur terbungkus membrane yang disebut
vesikula sinapsos. Vesikula sinapsis berisi neurotransmitter (suatu senyawa kimia
yang dapat menghantarkan impuls dari satu sel syaraf ke sel syaraf yang lainnya
dengan cara difusi.
Jenis neurotransmitter yang penting adalah asetilkolin (Ach), dan yang lainnya
adalah adrenalin, dopamine, serotonin.
Impuls yang datang pada neuron prasinapsis menyebabkan vesikula sinapsis bergerak
mendekat ke membrane prasinapsis. Selanjutnya vesikula sinapsis melepaskan
neurotransmitter jenis asetilkolin dengan cara eksositosis ke celah sinapsis.
Neurotransmitter berikatan dengan protein reseptor. Masuknya asetilkolin di ikuti
dengan pindahnya impuls dari neuron presinapsis. Aselkolin yang telah melaksanakan
tugasnya akan diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi senyawa asam etanoat dan
kolin oleh enzim kolinesterase yang dihasilkan oleh neuron pasca sinapsis. Kolin
akan masuk kembali ke bonggol sinapsis dan disimpan dalam dalam vesikula sinapsis.
Proses terjadinya gerak
Gerak merupakan salah satu bentuk reaksi tubuh dalam menanggapi rangsang. Jenis
gerak tubuh adalah:
1. Gerak biasa
Merupakan gerak sadar, dengan arah gerak impuls sebagai berikut:
Impuls reseptor sel syaraf sensorik syaraf pusat sel syaraf motorik
efektor (otot)
2. Gerak reflex
Gerak reflek merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh, dan proses
terjadinya lebih cepat dibandingkan gerak biasa.
Urut-urutan jalannya impuls pada gerak reflex sebagai berikut:
Impuls reseptor sel syaraf sensorik sumsum tulang belakang sel syaraf
motorik efektor (otot)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar